Senin, 26 Oktober 2009

Ingatlah ALLAH SWT Berfirman...

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah [2]: 216)

"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit." (QS At Tawbah [9]: 38-39)

"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." (QS An Nisaa [4]: 74-75)
"SESUNGGUHNYA KITA MILIK ALLAH DAN KEPADA-NYA KITA KEMBALI!""

Senin, 05 Oktober 2009

Islam Tegak Dengan Jihad

Kehadiran dan keberadaan kaum Muslim ditengah kehidupan Manusia dibumi bukanlah sebagai bunga hiasan, yang setelah masa mekarnya usai kemudian layu, lantas musnah. Tidak lebih dari sekadar proses menunggu giliran untuk mati. Tetapi, mereka diutus sebagai manusia terbaik untuk menegakkan kebenaran, dipundaknya terdapat beban berat dan tugas besar serta mulia, yang sekaligus sebagai tugas utamanya, yaitu menegakkan dienullah (Agama Allah) secara bersama-sama mengikuti metode kenabian,bukan mengikuti ijtihad peribadi atau kelompok. Maklumat ini dengan jelas dapat dibaca dalam ayat berikut:

“… Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…” (QS. Asy Syura 42:13)

Sementara, untuk merealisasikan tugas utama itu, selain dengan iman yang benar (mantap) dan ilmu yang mendalam(luas), kekuatan persenjataan tangguh dan dana yang mencukupi, hal yang paling dibutuhkan sebagai syarat penentu adalah keberanian untuk mengatakan kepada yang benar itu adalah benar,dan mengatakan kepada yang batil itu batil dan berjihad menegakkan kebenaran. Tanpa adanya keberanian mengangkat senjata menghalau segala perintang agama Allah, maka sulit dibayangkan dapat meraih kejayaan tegaknya syari’ah Allah dan khilafatul Muslimin hanya dengan dakwah dan tabligh saja. Adalah Rasulullah Saw memulai risalahnya dengan dakwah kepada tauhidullah dan mengakhirinya dengan jihad bil Qital.

Karena itulah, Rasulullah saw begitu bersungguh-sungguh mendidik umatnya untuk menyeimbangkan antara Dakwah dan Jihad. Penyeimbangan antara kedua pilar tegaknya Islam ini begitu kental terlihat dari perjalanan hidup beliau. Da’wah bil Qur’an teraplikasi benar tatkala beliau masih di Makkah, sedangkan Da’wah bis Saif dimulai, bahkan dilakukan sedemikian intensif semenjak beliau bermukim Madinah. Sebagai bukti, selama 10 tahun di Madinah, tak kurang dari 68 peperangan telah beliau pimpin langsung dan puluhan lain dengan pengiriman ekspedisi (perutusan). Inilah fakta historis betapa untuk menegakkan Islam, kaum Muslimin tidak akan pernah dapat memisahkan misi perjuangannya dengan jihad bis Saif.

Selain itu, kebutuhan akan jihad juga merupakan tabiat Agama Allah, bahwa Islam tidak pernah tegak melainkan dengan dua hal yaitu dengan kitab dan besi. Realitas ini segera kelihatan dengan mentadabbur firman Allah swt:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid, 57:25)

Al Imam Ibnu Taimiyyah menafsirkan ayat tersebut melalui beberapa perspektif,beliau berkata:

Pertama, “Dan sekali-kali tidak akan tegak Dien ini kecuali dengan kitab, mizan (timbangan) dan besi. Kitab sebagai petunjuk dan besi sebagai pembela. Sebagaimana firman Allah, ‘Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami…’. Maka dengan kitab akan tegak ilmu dan dien, sedangkan dengan mizan (neraca) akan tegak hak-hak dan transaksi serta serah terima keuangan, dan dengan besi akan tegak hukum hudud.” (Majmu’ Fatawa XXXV/361)

Kedua, “Dan pedang-pedang kaum muslimin sebagai pembela syari’at ini yang berupa al Kitab dan as Sunnah” sebagaimana yang dikatakan oleh Jabir bin Abdullah, ‘Kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk memukul dengan ini, yaitu pedang, orang-orang yang keluar dari ini, yaitu al Qur’an.’” (Majmu’ Fatawa XXV/365)

Ketiga, Sesungguhnya tegaknya dien itu dengan kitab yang menjadi petunjuk dan besi yang menjadi pembela, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah. (Majmu’ Fatawa XXVIII/396, dan lihat Tafsir Ibnu Katsier serta Tafsir al Azhar)

Itulah nash Qur’ani menjelaskan tentang semangat keberanian berjihaqd dengan besi,berikut berdasarkan ucapan beliau:

Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah ta’ala sajalah yang diibadahi dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku dan dijadikan hina serta rendah atas orang yang menyelisihi perintahku, dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad no: 4869, 5409)

Adapun orang-orang yang menyangka bahwa kehidupan jihad hanya semata-mata memerangi suatu kaum, atau pergulatan demi mempertahankan hidup atau mengusir musuh yang menguasai sejengkal tanah, maka mereka dapat dipastikan belum memahami tabiat agama ini. Karena sesungguhnya jihad merupakan tugas wajib yang tergantung di leher setiap Muslim. Tidak ada jalan menghindar dari kewajiban ini, terlebih untuk masa sekarang dimana keberanian berjihad mutlak di butuhkan. Bahkan, kewajiban jihad lebih didahulukan atas shalat dan puasa sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyyah:

“Tiada sesuatu yang lebih wajib hukumnya setelah iman kepada Allah daripada menolak musuh yang menyerang kehormatan dan agama.” (Majmuu’ al Fatawaa, Ibnu Taimiyyah juz 4, hal. 184)

Artinya, jihad itu didahulukan atas shalat, puasa, zakat dan haji serta kewajiban-kewajiban yang lainnya. Jika berbenturan antara kewajiban jihad dan haji, maka hendaklah kewajiban jihad didahulukan. Apabila kewajiban jihad dan shalat berbenturan; maka kewajiban shalat ditangguhkan sebentar, atau diqashar, atau dipersingkat, atau berubah bentuk dan keadaannya demi menyesuaikan dengan jihad. Karena menghentikan jihad sejenak, sama dengan menghentikan gerak laju Agama Allah ‘Azza wa Jalla.

Jihad merupakan perkara yang sangat penting, karena itu setiap diri dari kita harus menjadi pelopor-pelopor kaum muslimin dan sekaligus perwira ummat ini. Kita adalah perintis kebangkitan di negeri dan wilayah dimana kaki kita dipijakkan. Kita juga laksana detonator (sumbu api) yang siap meledakkan meriam-meriam perjuangan. Sesungguhnya explosive (bahan peledak) yang tidak bekerja (non aktif) membutuhkan detonator. Dan kalian adalah detonator-detonator itu dengan izin Allah. Beribu-ribu ton bahan explosive tanpa ada detonator yang kecil ini tidak akan berarti apa pun, tidak akan bernilai, laksana sayap nyamuk yang begitu kecil tetapi membawa manfaat yang besar bagi si nyamuk. Oleh karena itu, janganlah anda berputus asa atau merasa gentar, apalagi kecewa dalam mngemban tugas yang maha berat ini.

Allah swt berfirman:

“… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Qs. Yusuf, 12: 87)

Antum adalah rijal (lelaki sejati) pilihan Allah. Maka pancangkanlah di hadapan antum bahwa jihad adalah risalah, misi dan kewajiban hidup sampai antum bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla kelak. Seluruh kaum Muslimin di muka bumi ini akan terbeban dosa selama masih terdapat sejengkal bumi Islam yang berada di bawah kekuasaan orang-orang kafir. Dan setiap Muslim akan dihisab (diminta pertanggung-jawabannya) tentang negeri Andalusia (Spanyol), akan dihisab tentang jatuhnya Afghanistan dan negeri Asia Tengah yang lainnya seperti Palestina, Philipina, Turki dan negara-negara Islam yang berada dibawah cengkeraman musuh. Dan anda tak akan dapat lari dari pertanggung jawaban membela ummat Islam yang sedang teraniaya dan dizalimi oleh kaum kuffar di negara antum sendiri sekarang ini yaitu Indonesia. Apakah antum menanti datangnya bantuan para mujahidin dari luar sedang anda tengah berpangku tangan membiarkan merajalelanya kezaliman konspirasi Kristen dan Yahudi internasional untuk memusnahkan Islam dan ummatnya? Mengapa antum tidak bangkit mempertahankan kehormatan kaum Muslimin serta membela dan melindungi golongan mustadh’afin?

Firman Allah:

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.(Qs. An Nisaa’, 4: 75)

Sesungguhnya jihad tidak mungkin akan tegak kecuali memenuhi dua syarat yang asas dan pokok. Pertama, sabar yang membuahkan keberanian jitu, terpahat dalam hati dan diikuti oleh seluruh anggota badan. Kedua, dermawan yaitu kesiapan mengorbankan hal yang paling berharga dari diri kita, yaitu jiwa raga, keluarga dan harta.

Kedua syarat tersebut hampir hilang dari kehidupan ummat Islam hari ini, karena tergeser oleh sifat pengecut dan rasa takut. Sementara itu, kehebatan dan ketinggian martabatnya telah tercabut dari hati-hati musuhnya. Keadaan mereka tidak lebih bernilai dari buih di atas banjir besar, tiada nilai dan kualitas. Rasulullah bersabda:

“Hampir semua ummat mengerumuni kamu dari seluruh penjuru, sebagaimana makanan di atas pinggan (piring). Seorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Tidak! (bahkan jumlah kamu banyak), tetapi kamu bagaikan buih, sebagaimana buih di atas air bah. Ia jadikan Wahn di dalam hati kamu, dan dicabut rasa takut pada musuh kamu, karena kamu cinta dunia dan takut mati”. Dalam riwayat lain, mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Beliau menjawab, “Cintamu terhadap dunia, dan bencimu kepada perang.” (HR Abu Dawud no. 3745; Ahmad no. 8356, 21363)

Terlalu cinta kepada kehidupan dunia dan takut berjihad adalah puncak tragedi kebinasaan ummat Islam sepanjang masa. Dan kehinaan itu tidak akan hilang sehingga ummat Islam kembali kepada ajaran jihad yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Beliau bersabda:

“Bila kamu berjual?beli dengan ‘inah (dengan cara riba dan penipuan), mengikuti ekor?ekor sapi, menyukai bercocok tanam, dan kamu meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan ke atas kamu yang tidak akan dicabut sehingga kamu kembali kepada agamamu.” (HR Ahmad no: 4765, 5304; Abu Dawud 3003, Lihat Nailul Authar, 5/318; dan Silsilah al Ahaadits ash Shahihah, al?Albani – no: 10, 11).

Wahai para pejuang Islam di seluruh belahan bumi Allah, semut-semut akan melaknat anda karena enggan berangkat jihad. Dan ikan di laut hanya memintakan ampunan bagi mereka yang mau berjihad saja. Sebab mereka lah yang mengajarkan kebajikan kepada manusia, serta menjaga dan melindungi kebajikan itu dengan pedang, ruh dan darah mereka. Maukah anda sekiranya seluruh makhluq yang ada di daratan dan lautan melaknat anda karena lari dari tugas murni ini?

Firman Allah swt:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati.” (Qs. Al Baqarah, 2: 159)

Bebaskanlah diri anda dari segala belenggu nafsu yang mengajak kepada kejahatan atau dunia beserta kenikmatannya yang sementara, melambai-lambai tangan merayu agar antum mundur dari jalan ini. Bersihkanlah hati dan niat dari segala keterikatan di muka bumi ini. Sayyid Quthb dan Abul Hasan Ali an Nadwi mengatakan tentang orang-orang Salaf, tentang orang-orang pilihan, tentang generasi sahabat yang mulia, generasi yang unik, melalui kata-katanya: “Tatkala jiwa mereka telah bersih dari segala keterikatan, dan Allah mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai keinginan di permukaan bumi ini, hingga agama ini menang di tangan mereka, namun jiwa mereka tetap tidak pernah kembali bergantung ke atas kemenangan tersebut. Tatkala Allah mengetahui semua ini dari mereka, maka tahulah Dia bahwa mereka telah siap dipercaya mengemban Syari’ah Nya. Lalu Allah pun menjadikan mereka sebagai penguasa di atas bumi dan mengokohkan Dien mereka yang telah diridhai-Nya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:

“Sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur (kitab-kitab yang Kami turunkan) sudah tercantum (pada lauhul Mahfudz) bahwasanya, bumi ini akan turun diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih.” (Qs. Al Anbiyaa’, 21: 105)

Ingatlah, bahwa sekiranya kita mendapatkan kemenangan karena berjihad pada jalan-Nya, maka Allah akan mengurniakan pahala-Nya yang berlipat ganda sedang kita tidak akan dirugikan walau seberat zarah pun. Dan seandainya kita belum menemui kemenangan, Allah tetap akan memelihara agama-Nya sehingga datangnya kiamat, sedang kita tetap mendapat karunia-Nya dan tidak akan dirugikan. Hanyalah tugas kita untuk tetap sabar dan istiqomah di jalan Jihad sehingga hanya datang dua ketentuan yaitu kita syahid karenanya atau menang dalam kemuliaan. Setiap langkah kaki kita di dunia akan menjadikan neraca timbangan di akhirat terangkat, maka sesungguhnya pahala itu akan diletakkan di neraca timbangan akhirat.

Pena yang menguntai kata membentuk bahasa untuk menyeru manusia kembali kepada al-Haq pasti akan terus mengalir pahalanya. Seruan dari lisan para da’i yang tak henti-hentinya menyampaikan da’wah juga pasti akan mendapat balasan yang berlipat ganda.

Dan kepada para alim ulama khususnya, marilah bersama merenungkan hadits ini, yang selanjutnya tampil menjadi pembawa obor dan cahaya kebenaran bagi segenap lapisan masyarakat dan memimpin para mujahidin berperang di medan laga sehingga memperoleh salah satu di antara dua, hidup mulia di bawah naungan Syari’ah Allah atau syahid di jalan-Nya.

Ibnu Abbas Ra. berkata, bahwa Rasulullah bersabda:

“Sedekat-dekat manusia dengan derajat kenabian ialah Ahli Ilmu dan Ahli Jihad. Adapun Ahli Ilmu mereka menunjukkan kepada manusia atas apa yang dibawa oleh para Rasul dan adapun Ahli Jihad mereka berjihad dengan pedang-pedang mereka atas apa yang dibawa oleh para Rasul.” (HR Abu Na’im. Ihyaa’ ‘Ulumuddin 1/16).

Inilah Imam an Nawawi, seorang ulama dan mujahid yang unggul. Beliau menghabiskan sebagian besar hidupnya di negeri Syam. Namun demikian beliau tidak pernah memakan buah-buahan di negeri tersebut. Tatkala orang-orang menanyakan kepadanya: “Mengapa Tuan tidak makan buah-buahan negeri Syam?” Maka beliau menjawab: “Di sana ada kebun-kebun wakaf yang telah hilang. Maka saya khawatir makan buah-buahan dari kebun-kebun itu.”

Oleh karena itu, hati mereka bagaikan hati singa dan jiwa mereka laksana jiwa pendeta. Mereka laksana pendeta di malam hari dan bagaikan ksatria berkuda di siang hari. Mereka tak sudi berhenti di depan rintangan. Halangan dan rintangan yang bagaimana pun tingginya dan bagaimana pun sukarnya akan mereka terobos dan mereka lompati.

Tatkala tentara Tartar menyerbu negeri Syam, Zhahir Bebres berkata: “Saya menghendaki fatwa dari kalian wahai para ulama agar saya dapat menghimpun dana untuk membeli senjata guna menghadapi serangan bangsa Tartar. Maka seluruh ulama memberikan fatwa seperti yang diminta oleh Zhahir Bebres kecuali seorang. Dia adalah Muhyiddin an Nawawi. Zhahir bertanya: “Mana tanda tangan Nawawi?” Mereka menjawab: “Dia menolak memberikan tanda tangan…”

Lalu Zhahir mengutus seorang untuk menjemputnya. Setelah Imam Nawawi datang, Zhahir bertanya: “Kenapa anda mencegah saya mengumpulkan dana untuk mengusir serangan musuh. Serangan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin?” Imam Nawawi menjawab: “Ketahuilah, dahulu engkau datang pada kami hanya sebagai budak. Dan sekarang saya melihatmu mempunyai banyak istana, pelayan lelaki dan wanita, emas, tanah, dan perkebunan. Jika semua itu telah engkau jual untuk membeli senjata, kemudia sesudahnya engkau masih memerlukan dana untuk mempersiapkan pasukan Muslimin, maka saya akan memberikan fatwa kepadamu…”

Zhahir Bebres amat marah mendengar ucapan Imam Nawawi, maka dia berkata: “Keluarlah engkau dari negeri Syam.” Lalu beliau keluar dari Syam dan menetap di rumahnya yang asli di desa Nawa. Pengusiran Imam Nawawi menimbulkan kemarahan para ulama, mereka datang menemui Zhahir Bebres dan berkata: “Kami tak mampu hidup tanpa kehadiran Imam Nawawi.”

Maka Zhahir pun mengatakan: “Kembalikanlah dia ke Syam.” Selanjutnya mereka pergi ke Nawa untuk membawa balik Imam Nawawi ke Syam. Akan tetapi Imam Nawawi menolak ajakan mereka seraya mengatakan: “Demi Allah, saya tidak akan masuk negeri Syam selama Zhahir Bebres masih ada di sana.” Akhirnya Allah memperkenankan sumpahnya, Zhahir mati sebulan sesudah beliau mengucapkan sumpah. Maka kembalilah Imam Nawawi ke negeri Syam. Semoga Allah merahmatinya karena keikhlasannya dan keberaniannya. (Syarah Arba’in: Imam An Nawawi)

Wallahu’alam bish showab…

Keutamaan Syahid


Allah memberikan banyak keutamaan kepada orang yang mati syahid.

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Artinya : “Mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An Nisaa : 69)

Para fuqaha juga menggunakan lafazh syahadah untuk kematian di jalan Allah.. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 9292) dan orang yang mendapatkan syahadah diistilahkan dengan “syahid”.

a. Bau darahnya seperti aroma misk

“Demi dzat yang jiwaku ditanganNya! Tidaklah seseorang dilukai dijalan Allah-dan Allah lebih tahu siapa yang dilukai dijalanNya-melainkan dia akan datang pada hari kiamat : berwarna merah darah sedangkan baunya bau misk” (HR. Ahmad dan Muslim)

Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah ! Sungguh kita telah menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh disakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid(Asy Syahid, insya Allah)- dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti misk.”

b. Tetesan darahnya merupakan salah satu tetesan yang paling dicintai Allah.

“Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad) dijalan Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah” (HR. At Tirmidzi – hadits hasan)

c. Ingin dikembalikan lagi ke dunia (untuk syahid lagi)

“maka dia (ingin) terbunuh sepuluh kali (lagi) tatkala melihat kemuliaan syahadah” (HR. Al Bukhari-Muslim)

d. Ditempatkan di surga firdaus yang tertinggi

Nabi Saw bersabda kepada Ummu Haritsah binti Nu’man-sdangkan putranya terbunuh diperang badar-ketika dia bertanya kepada beliau (tentang nasib puttranya): “Dimana dia?” Nabi Saw bersabda :”Sesungguhnya dia ada disurga Firdaus yang tinggi.” (H.R. Al Bukhari)

e. Arwah Syuhada ditempatkan di tembolok burung hijau

“Sesungguhnya ruh-ruh para syuhada’ itu ada didalam perut burung hijau. Baginya ada lentera-lentera yang tergantung di arsy. Mereka bebas menikmati surga sekehendak mereka, kemudian singgah pada lentera-lentera itu. Kemudian Rabb mereka memperlihatkan diri kepada mereka dengan jelas, lalu bertanya: “Apakah kalian menginginkan sesuatu?” Mereka menjawab: “Apalagi yang kami inginkan sedangkan kami bisa menikmati surga dengan sekehendak kami?” Rabb mereka bertanya seperti itu sebanyak tiga kali. Maka tatkala mereka merasa bahwasanya mereka harus minta sesuatu, mereka berkata, “Wahai Rabb kami ! kami ingin ruh kami dikembalikan ke jasad-jasad kami sehingga kami dapat berperang dijalanMu sekali lagi. “Maka tatkala Dia melihat bahwasanya mereka tidak mempunyai keinginan lagi, mereka ditinggalkan.” (HR. Muslim)

f. Orang yang mati syahid itu hidup

Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Dan sungguh kami telah melihat sebagian dari bukti-bukti yang jelas, yang menunjukkan secara nyata bahwa para syuhada’ itu hidup.” Umar hanif menceritakan kepadaku (Abdullah Azzam), dia berkata, “Aku telah membuka dengan tanganku dua belas kuburan para syuhada’. Maka aku tidak lah mendapati seorang syahidpun yang berubah jasadnya ; dan aku lihat sebagian meraka tumbuh jenggotnya dan panjang kukunya didalam kubur.”

Dan kisah dari DR. Babrak yang syahid di Urgun dan mereka membawanya ke Phabi (kamp Muhajirian Afghan di Pesyawar). Ketika anak-anaknya menjenguk (sepulang) dari sekolah dan berdiri disamping kepalanya, dia (Dr. Babrak) menangis dan air matanya mengalir diatas wajahnya.

g. Syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan

“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali sebagaiman seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i – hadits hasan)

dan diriwayat yang shahih :

“Orang yang mati syahid itu tidak mendapatkan sentuhan pembunuhan kecuali sebagaimana salah seorang diantara kalian mendapatkan cubitan yang dirasakannya.”

Juga dalam Al Qur'an Al Karim:

”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam Keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS. Al Imron : 169 – 171)

Dr. Abdullah Azzam menceritakan, ” Kami melihat hal ini pada saudara kami, Khalid al-kurdie dari madinah al Munawwaroh ketika ranjau meledak mengenainya, sehingga terbang kakinya, terbelah perutnya, keluar ususnya dan terkena luka ringan pada tangan luarnya. Datanglah Dr. Shalih al-Laibie mengumpulkan ususnya dan mengembalikan kedalam perutnya seraya menangislah Dr. Shalih. Maka bertanyalah Khalid al-Kurdie kepadanya : “Mengapa engkau menangis, dokter? Ini adalah luka ringan pada tanganku.” dan tinggalah dia berbincang-bincang dengan meraka selama 2 jam hingga akhirnya ia menjumpai Allah. Dia tidak merasakan bahwasanya kakinya telah terpotong dan perutnya terbuka.” [Kado Istimewa untuk sang mujahid karya Syaikh Dr. Abdullah Azzam]

Disusun dari berbagai sumber

Kronologi Penyambutan Jenazah Urwah

Kronologi Penyambutan Jenazah Urwah

Diposting pada Jum'at, 02-10-2009 | 06:03:45 WIB

KRONOLOGI PENYAMBUTAN JENAZAH ASY-SYAHID URWAH ALIAS BAGUS BUDI PRANOTO

- Alhamdulillah, setelah rombongan sampai di desa Mijen kecamatan Kaliwungu-Kudus. Rombongan segera diterima oleh panitia setempat dan ditempatkan di masjid Al-Hikmah yang terletak tepat di depan rumah Asy-Syahid Ustadz Urwah alias Bagus Budi Pranoto.

- Pada malam harinya menjelang Isya’ perwakilan tim takziyah dari kota Solo yang terdiri dari komponen Majalah Ansharut Tauhid, Muslim Daily, Tim Hisbah Front Amar Makruf Nahi Munkar Solo dan sejumlah perwakilan pondok-pondok pesantren di jawa tengah berkesempatan untuk berkoordinasi sekaligus bersilaturrahmi dengan perwakilan keluarga Asy-Syahid Al-Ustadz Urwah alias Bagus Budi Pranoto.

- Awalnya, perbincangan antara tim Takziyah dari kota Solo berlangsung ramah sebagaimana biasa. Namun, pembicaraan menjadi sangat serius ketika membahas tentang pembagian tugas dan adanya pengakuan dari perwakilan dari keluarga Urwah bahwa mereka terikat dan mengalami tekanan dari pihak Polres Kudus dan Kades Mijen.

Setelah tim menanyakan apa bentuk persyaratan yang ‘menekan’ tersebut, akhirnya pihak keluarga pun segera menyajikan secarik kertas bertuliskan tangan dan bermaterai

  1. Sanggup Menjaga dari segi keamanan
  2. Tidak ada spanduk/slogan berbentuk apapun dari awal sampai akhir
  3. Upacara jenazah diserahkan kepada aparat desa Mijen
  4. Orang di luar penduduk Mijen baik Ulama’ atau tokoh masyarakat dilarang menangani segala hal dalam pemakaman.
  5. Dilarang memakai atribut organisasi dan atau sejenisnya yang bisa menimbulkan kerawanan masyarakat.

Anehnya, pihak keluarga kemudian menafsirkan syarat dari aparat tersebut. Khususnya poin ketiga dengan meminta kepada seluruh takziyah, agar tidak mengucapkan kalimat takbir pada seluruh prosesi pemakaman jenazah.

Permintaan ini jelas menjadi satu tuntutan yang aneh dan tidak masuk akal. Betapa tidak, bagi keluarga, saudara, teman atau family yang merasa ditinggalkan jenazah tentunya akan merasa bahagia ketika jenazah tersebut tiba dengan selamat sampai di rumah duka.

Tentunya, tak salah jika keluarga, family dan murid-murid asy-syahid kemudian merasa bahagia dan berucap syukur atas kebesaran Allah dengan sampainya jasad syuhada tersebut. Apakah salah jika para pelayat berbahagia kemudian diteruskan dengan membesarkan nama Allah?

Tapi sayang seribu sayang, agaknya atmosfer ketakutan dan ketertekanan telah sedemikian menghantui perwakilan keluarga asy-syahid Urwah tersebut, sehingga membuat mereka tak mampu melawan tekanan aparat thaghut tersebut sedikitpun.

Walhasil, upaya yang dilakukan oleh perwakilan para pelayat untuk memperkuat moral perwakilan keluarga asy-syahid Urwah berujung pada kesia-siaan.

Meskipun sebelumnya perwakilan para pelayat telah rela membatalkan keterlibatan ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang sedianya diminta oleh ayahanda asy-syahid (Bp. Ismanto) untuk mengampu khutbah dan menjadi imam shalat. Dan membatalkan pemasangan aneka spanduk penyambutan jenazah yang telah disiapkan, namun pihak keluarga tetap saja terbelenggu dalam ketakutan mereka terhadap tekanan para aparat thaghut. Dengan tetap saja melarang mengucapkan kalimat takbir.

Akhirnya, perwakilan pelayat tetap berusaha mengerti sembari mengingatkan bahwa pekik takbir adalah satu hal yang spontan muncul dan tidak bisa dihambat begitu saja. Hal ini merupakan reaksi spontan manusia yang tunduk dan takut kepada Rabbnya.

Beberapa waktu kemudian, datanglah berita bahwa mobil jenazah telah sampai di Kudus. Panitia penyambutan jenazah yang telah dibentuk oleh perwakilan keluarga pun segera membuat pagar betis. Beberapa saat kemudian terdengar suara sirine meraung pelan dan mobil jenazah pun masuk ke desa Mijen.

Para petugas pengusung keranda jenazah pun segera bersiap memikul keranda jenazah dan segera bergerak menuju rumah duka. Para pelayat pun tak kuasa menahan decak kagum tatkala bau harum menyeruak ke segala penjuru dan tak ayal, sebagaimana yang telah diduga sebelumnya dan entah siapa yang memulai, tiba-tiba kumandang takbir telah terdengar dan disambut gema takbir yang semakin menggema di kompleks rumah duka.
Situasi pun semakin hanyut dalam kegembiraan, dan gema takbir pun semakin bersahutan tatkala para pelayat melihat satu fenomena keajaiban makhluk Allah di langit berupa sinar bulan yang terang benderang dan mengeluarkan pijaran melingkar disusul terbentuknya lafadz Allah yang dibentuk oleh awan yang mengelilingi bulan tersebut.
Yang lebih fenomenal lagi, lafadz Allah tersebut kemudian semakin lengkap dengan membentuk formasi huruf laa ilaaha illallaah dalam bahasa arab, yang semakin membuat para pelayat hanyut dalam keharuan dan kegembiraan yang sudah tak bisa dihentikan lagi.

Sayangnya hal ini ternyata membuat panitia dari pihak keluarga panik dan berteriak-teriak untuk menghentikan suara takbir yang menggema semakin keras. Hal ini pun kemudian dimengerti oleh coordinator pelayat, yang segera mengambil alih kondisi dan menenangkan para hadirin untuk tetap tenang dan menjaga situasi kondusif yang telah tercipta sebelumnya.
Alhamdulillah, pelayat pun kemudian bergantian mengusung keranda jenazah untuk kemudian di bawa ke dalam rumah duka. Ketika sebagian dari pelayat berkesempatan untuk melihat jasad syuhada (insya Allah) tersebut, para pelayat melihat satu fenomena yang menggembirakan sekaligus menyedihkan.

Betapa tidak, pada satu sisi kami melihat senyuman yang mengembang sempurna dari wajah jenazah dan bau harum semerbak wangi yang tercium dari diri jenazah, pada sisi lain kami melihat bahwa jenazah tampak mengalami luka bakar yang cukup serius serta penyiksaan mayat meski pelayat tetap tidak mungkin melakukan otopsi dengan sempurna terhadap diri jenazah karena keterbatasan waktu.

Akhirnya, dengan berbagai bukti alam dan apa yang ada pada diri jenazah, pelayat dapat membuktikan sendiri kebenaran Ilahi bahwa mereka telah berjihad demi menjalankan perintah Allah dan demi kejayaan kalimat tauhid serta tegaknya syariah Islam, meski dengan teknik yang barangkali masih sulit dipahami oleh sejumlah besar kaum pergerakan-pergerakan Islam di Indonesia.

Sungguh wahai ustadz Urwah, kini engkau telah hidup abadi dengan istri yang lebih cantik dari istrimu yang ada di dunia, dengan kenikmatan sejati yang lebih luar biasa dari kenikmatan yang pernah engkau rasakan di dunia. Sungguh, ilmu-ilmu yang engkau ajarkan akan senantiasa melekat erat di hati kami, hati para perindu syahid-hati para singa Allah dan tentara-tentara Allah di langit dan bumi karena keikhlasan dan kecintaanmu pada Allah.

Kudus, 1 September 2009
"Redaksi Muslimdaily"

Senin, 28 September 2009

Bin Ladin Peringatkan Jerman Tuk Tinggalkan Perang di Afghanistan

Print Recommend (2) Comment (9)

(Arrahmah.com) - Dalam sebuah rekaman audio terbarunya, Syeikh Usamah bin Ladin memperingatkan pejabat Berlin untuk menghentikan dukungan mereka terhadap tentara penjajah AS di Afghanistan.

Pesan audio yang diyakini merupakan suara asli Syeikh Usamah bin Ladin, segera menyebar dengan cepat di dunia maya pada Jumat (25/9), memperingatkan negeri-negeri Eropa agar mengakhiri aliansi mereka dengan kelompok kriminal di Washington yang tidak menghargai nyawa manusia dan dengan sengaja menjatuhkan bom-bom mereka ke penduduk Afghan melalui serangan udara.

Pesan audio tersebut juga berisi video berdurasi hampir lima menit yang memperlihatkan gambar Syeikh Usamah bin Ladin, dan memiliki dua teks, yakni bahasa Inggris dan Jerman.

Pesan ini dirilis dua hari sebelum pemilihan Jenderal Jerman yang akan diadakan Minggu (27/9).

"Jika para kafirin di Uni Eropa melanjutkan ketertundukannya pada Amerika dan terus menduduki tanah-tanah Muslim, maka jangan terkejut jika terjadi serangan besar," ujar Syeikh Usamah mengancam negeri-negeri Eropa yang bersekutu dengan Amerika.

"Ketika kalian melihat apa yang dilakukan sekutu kalian, Amerika Serikat dan para pendukungnya di Afghanistan Utara dan bagaimana mereka 'mengepak' ratusan orang yang dianggap Taliban ke dalam sebuah kontener layaknya ikan sarden dan mengunci mereka di dalam hingga mereka meninggal atau menenggelamkannya ke dalam sungai, maka kalian akan mengerti alasan peristiwa berdarah yang terjadi di Madrid dan London," ujar bin Ladin dalam pesan tersebut.

Ini adalah pesan serius untuk Eropa. Pesan ini juga untuk mengingatkan Amerika agar melakukan hal yang sama, khususnya setelah para jenderal mereka dan para pengamat mereka sama-sama mengatakan bahwa perang di Afghanistan tidak mungkin dimenangkan oleh Amerika.

Jerman telah menyatakan tidak akan menambah pasukan dan akan tetap berjumlah seperti yang ada sekarang ini, ujar jurubicara Menteri Dalam Negeri, Stefan Paris dalam konferensi Pers, Jumat (25/9). (haninmazaya/arrahmah.com)

Anda bisa mendownload rilis pesan beliau di sini:
http://www.arrahmah.com/index.php/release/read/5756/as-sahab-sebuah-pesan-dari-syaikh-usamah-bin-ladin-untuk-warga-eropa

Bin Ladin Peringatkan Jerman Tuk Tinggalkan Perang di Afghanistan

Sniper Rifles

Weaponology - Sniper Rifles

Get Flash to see this player.

Dokumenter tentang sejarah dan perkembangan sniper rifle.

Mujahidin dari Jund Ansar Allah Melatih Kuda Perang

Mujahidin dari Jund Ansar Allah Melatih Kuda Perang

Get Flash to see this player.

Ini adalah sedikit Cuplikan dalam Film Jihad yg Dirilis oleh Jund Ansharullah Palestina, Para Mujahidin sedang Melatih Kuda untuk Di Bawa Berperang Bersama Para Mujahidin, Subhanallah, Sangat Menakjubkan Sekali..untuk mendownload Film Lengkapnya, Bisa klik http://www.arrahmah.com/index.php/forum/viewthread/1649/

Mujahidin Al Qaeda Sedang Latihan

Mujahidin Al Qaeda Sedang Latihan

Get Flash to see this player.

Mujahidin Al Qaeda Sedang Latihan Di Pegunungan Afghanistan, Allahu Akbar!

Sniper Baghdad 2

Sniper Baghdad 2 (Ar Rahmah Media Promotion)

Get Flash to see this player.

Seiring berjalannya waktu, Mujahidin semakin meningkatkan perlawanan mereka terhadap tentara penjajah Amerika. Tidak ada kata tunduk kepada manusia dalam diri mereka. Mereka adalah orang-orang yang hanya takut dan tunduk kepada Allah, yang tidak rela tunduk kepada siapapun. Mereka adalah para pejuang Islam yang terus mempertahankan bumi mereka dari penjajahan.

Dengan senjata seadanya mereka berhasil membuat gentar musuh-musuh Islam yang mengandalkan kecanggihan teknologi yang mereka miliki. Sementara para Mujahidin hanya mengandalkan pertolongan Allah dan melakukan perlawanan hanya dengan senjata seadanya yang mereka miliki.

Sniper Baghdad yang sangat ditakuti oleh tiap prajurit Amerika semakin meningkatkan serangan mematikan mereka dan semakin menumbuhkan ketakutan dalam hati tiap prajurit musuh.

Tidak seperti seri pertama film ini, dalam Sniper Baghdad 2, selain menampilkan berbagai operasi Sniper Baghdad yang sangat mematikan, juga berisi penjelasan dari seorang komandan Sniper Baghdad tentang aksi mereka.

Iraq Fighting Back 2, mendokumentasi berbagai operasi yang dilancarkan Mujahidin yang tidak pernah dipublikasikan oleh media massa. Mulai dari bom ranjau, serangan mortir, kontak senjata, serangan sniper, juga serangan roket. Berbagai operasi Mujahidin Iraq di tahun 2006 didokumentasikan dalam film ini.

Dr. Aiman: Mujahidin Bukanlah Pembunuh!

Dr. Aiman: Mujahidin Bukanlah Pembunuh!

Get Flash to see this player.

Ini adalah Video Orang ke 2 Al Qaeda, Syaikh Dr Aiman Az Zawahiri yg menepis segala tuduhan yg dilemparkan oleh Kaum Kuffar kepada Mujahidin, yg mengatakan bahawa Al Qaeda dan Mujahidin Membunuh Warga sipil dan Orang-orang yg tak bersalah..Renugkanlan nasehat ini dan berhati-hatilah sebelum menuduh para Mujahidin!

Download:
http://www45.indowebster.com/511c02acfbed7b5fa0d7a8e6e0f41ed5.mp4

Detik-Detik Menuju Syahid - Di Wajahnya Terlihat Senyum

Detik-Detik Menuju Syahid - Di Wajahnya Terlihat Senyum

Get Flash to see this player.

Salah Seorang Mujahid Chechnya sebelum Syahid Menjemputnya, Terpancar Cahaya Dan Senyuman Indah dari wajahnya. Subhanallah.

Noordin M Top, Selamat Jalan Wahai Mujahid…

Print Recommend (18) Comment (193)

Noordin M Top tewas dalam penggrebekan yang dilakukan aparat densus dan kepolisian di desa Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis, 17 September 2009. Sebagian besar orang mengutuk dan bergembira dengan tewasnya Noordin. Sedikit yang simpati dan haru dengan kepergiannya. Jikalau pilihan Noordin M Top dalam berjihad memerangi musuh-musuh Islam, utamanya Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya benar, maka betapa beruntungnya dia. Karena dia akan dianggap sebagai mujahid dan mati sebagai syuhada. Insya Allah!

Jihad Hukum Islam Yang Abadi

Banyak orang beranggapan jika seorang pemimpin jihad atau seorang mujahid syahid, maka jihad akan berhenti dan berarti perjuangan mereka mengalami kekalahan. Padahal dalam pandangan Islam, jika seorang mujahid syahid, maka itu adalah sebuah ‘kemenangan’ dan sebuah kemuliaan bagi ummat Islam.

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.” (QS At Taubah (9) : 111)

Dalam sejarah panjang Islam, telah berlalu para mujahidin menuju syahid, hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW, dan hal tersebut merupakan sunatullah (hukum alam dan ketetapan Allah SWT) yang harus terjadi dan dialami oleh kaum Muslimin dalam memperjuangkan agama mereka. Sejak syahidnya para pahlawan perang Badar, Uhud, Khandaq, hingga syahidnya para mujahid di abad modern, seperti Syekh Abdullah Azzam, Syekh Ahmad Yassin, Rantisi, Khattab, Samil Bashayev, Mullah Dadullah, Syekh Yusuf Al Uyairi, Syekh Abu Mus’ab Az Zarqawi, Syekh Mukhlas, Imam Samudra, Amrozi, dan kini Noordin M Top.

Kematian seorang mujahid di tangan musuhnya bisa saja dianggap sebagai sebuah kesuksesan besar, terutama bagi musuh-musuh Islam, yakni Amerika dan sekutu-sekutunya. Tapi bagi mujahid, kematian mulia tersebut atau syahid adalah kemuliaan yang selama ini mereka selalu mencarinya. Karena dalam kamus mereka hanya ada dua kebaikan dan berusaha mendapatkan salah satu darinya, yakni Hidup Mulia atau Mati Syahid.

Syekh Usamah bin Ladin dalam video The Caravan of Syuhada mengatakan:

“Penutup para nabi dan rasul, Muhammad SAW., mengharapkan kedudukan ini. Perhatikan dan renungkan kedudukan seperti apakah yang diharapkan oleh sebaik-baiknya manusia ini. Beliau berharap menjadi seorang syahid. “Demi jiwa Muhammad yang ada ditangan-Nya. Sungguh aku berharap bisa berperang lalu aku terbunuh, kemudian (hidup lagi) untuk berperang lalu aku terbunuh, kemudian (hidup lagi) untuk berperang lalu aku terbunuh.” (Al Hadits)

Hidup yang lama dan panjang ini diringkas oleh Nabi SAW dengan petunjuk Allah SWT., dalam sabda Beliau di atas. Beliau sangat menginginkan kedudukan ini. Orang yang bahagia adalah orang yang telah dipilih oleh Allah SWT sebagai seorang syahid.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran (3) : 168-171)

Wallahu’alam bis Showab! (M.Fachry/arrahmah.com)

Berita Lainnya Tentang

Noordin M Top, Selamat Jalan Wahai Mujahid…

Komnas: Noordin Tewas, Polisi Langgar HAM

Print Recommend (6) Comment (48)

Jakarta (Arrahmah.com) - Buronan "teroris" nomor wahid Noordin M Top akhirnya tewas di tangan Densus 88. Namun keberhasilan Densus itu ternyata malah dinilai Komnas HAM telah melanggar hak asasi manusia.

"Polri tak boleh arogan. Masalah teroris itu masalah semua orang. Yang disesalkan ini adalah perlakuannya Polri terlalu vulgar. Penanganan terorisme kalau salah, itu melanggar HAM," ujar Wakil Ketua Bidang Internal Komnas HAM Ridha Saleh di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Ridha, Polri harus berhati-hati menangani teroris, juga harus menghormati harkat dan martabat manusia. Jangan sampai membuat tidak simpati, malah membuat curiga ada apa sebenarnya.

"Penanganan masalah terorisme perlu dievaluasi agar masalah teroris ini tidak muncul masalah baru," pesannya.

Ia mengatakan, Komnas HAM sudah mewanti-wanti agar penanganan masalah teroris harus diperhatikan benar. "Karena data itu sangat penting, karena tidak boleh dibunuh tanpa ada proses hukum," jelasnya. [inilah.com]

Berita Lainnya Tentang

Komnas: Noordin Tewas, Polisi Langgar HAM

Perburuan Noordin Masih Berlangsung, Pengurus Masjid Diimbau Tidak Menerima Tamu Menginap (?)

Print Recommend (5) Comment (57)

KUDUS (Arrahmah.com) - Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kudus, mengirimkan surat imbauan kepada semua pengurus mesjid yang ada di kota ini untuk tidak mengizinkan tamu menginap di mesjid untuk mengantisipasi masuknya anggota jaringan "teroris".

"Surat imbauan ini dikirimkan ke semua pengurus mesjid di Kudus sejak beberapa pekan lalu, sebagai upaya untuk mempersempit ruang gerak jaringan "teroris" yang akan masuk ke Kudus," kata Kepala Kesbangpolinmas Kudus Ali Rifa`i melalui Kasi Ideologi Noor Hadi, di Kudus, Minggu (16/8).

Berdasarkan informasi dan hasil temuan di masyarakat, katanya, akhir-akhir ini banyak pendatang yang menginap secara berpindah-pindah, dari satu masjid ke masjid yang lain.

"Mereka dikenal sebagai anggota jamaah tablig," ujarnya.

"Aktivitas mereka tidak hanya sekadar menginap, tetapi melakukan aktivitas lain, seperti menyebarkan ajaran yang mereka anut dan aktivitas memasak selama menginap," ujarnya.

Ia mengimbau, kepada semua pengurus masjid untuk tidak mengizinkan pendatang menginap di masjid dan menyarankan untuk menginap di rumah penduduk sekitar dengan meminta izin kepada ketua RT/RW setempat.

"Jika menginap di rumah penduduk sekitar, maka identitas pendatang tersebut bisa diketahui dan dicatat, sehingga jika terjadi sesuatu hal mudah dilacak," ujarnya.(antara/arrahmah.com)

Perburuan Noordin Masih Berlangsung, Pengurus Masjid Diimbau Tidak Menerima Tamu Menginap (?)

Buru Nurdin M Top Pemakai Cadar Diawasi???

Print Recommend (14) Comment (127)

TEGAL (Arrahmah.com) - Perburuan terhadap Noordin M Top makin diintensifkan oleh jajaran Polres Tegal. Selain meningkatkan pengamanan dan patroli di titik-titik rawan, polisi juga mengawasi pemakai cadar.

Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo mengatakan, para pemakai cadar perlu diwaspadai karena dimungkinkan cadar tersebut dijadikan "kamuflase" untuk mengelabui dan menghindari razia petugas.

"Orang yang bercadar kita cek secara teliti. Kita tidak ingin kecolongan, karena dimungkinkan 'teroris' pakai cadar. Mereka pakai cadar untuk mengkamuflase petugas dan menghindari pemeriksaan petugas," kata Kapolres di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Kamis (13/8).

Selain mengawasi pemakai cadar, lanjut dia, upaya mempersempit ruang gerak "teroris" terus dilakukan dengan meningkatkan razia di titik-titik rawan, seperti di Bumijawa, Jatinegara, dan Bojong. Tiga daerah itu dinilai rawan karena kondisi wilayahnya yang berbukit-bukit dan jauh dari keramaian. Daerah itu menjadi titik simpul menuju wilayah Kedu dan Banyumas.

"Untuk razia kita lakukan dengan sistem acak dan tidak mesti dilaksanakan tiap malam," pungkasnya. (okz/arrahmah.com)

Buru Noordin M Top, Pemakai Cadar Diawasi?

Ustad Abu Tetap Menyatakan Nurdin M Top MUJAHID

Print Recommend (5) Comment (127)

SOLO - Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmi Ngruki Abu Bakar Baasyir tetap menganggap Noordin M Top sebagai mujahid. Hal tersebut disebutkan ustad Abu terlepas dari benar atau tidak kejadian di Temanggung.

Demikian diungkap ustad Abu saat menggelar jumpa pers sekitar pukul 16.00 WIB di kantor Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Solo, Sabtu (8/8/2009).

Namun, walaupun menganggap Noordin sebagai mujahid, ustad Abu dan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki tidak akan menggelar salat gaib untuk sosok yang selama ini dianggap sebagai dalang peristiwa pengeboman di berbagai tempat di Indonesia.

Selain itu, ustad Abu sebelumnya bersikukuh menganggap drama penyergapan Noordin di Dusun Beji, Desa Kedu, Temanggung, Jawa tengah, sebagai sandiwara.

Sandiwara tersebut sengaja diciptakan Polri untuk menutupi kegagalan kepolisian dalam menangkap Dr Azhari. Sebab dari info yang diperoleh ustad Abu, Dr Azhari tewas bukan dikarenakan tembakan polisi, tapi meninggal sebelum ditangkap polisi.

"Jadi karena takdir, bukan karena ditangkap polisi," tutup ustad Abu. (POJ/arrahmah/okz)

Ustad Abu Tetap Sebut Noordin M Top Sebagai Mujahid

Nama Saya NURDIN M TOP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Stasiun televisi TV One melaporkan bahwa seseorang yang sedang dikepung Densus 88 Polri di sebuah rumah di Temanggung, Jawa Tengah, dari Jumat (7/8) kemarin sampai Sabtu (8/8) pagi ini, mengaku diri sebagai Noordin M. Top, orang paling dicari di Indonesia.

"Nama saya Noordin M. Top..," kata Noordin seperti ditirukan reporter televisi itu, setelah polisi anti teror dari Detasemen Khusus 88 mengimbau orang di dalam rumah untuk menyerah dan meminta mengungkapkan jati dirinya.

Densus 88 memberondong rumah persembunyian teroris paling dicari di Asia Tenggara ini, dari segala arah rumah milik Muhjuhri di RT 01/RW 07 Dukuh Beji Desa Kedu, Kabupten Temanggung yang diduga sebagai persembunyian Noordin M Top.

Suara tembakan seperti yang terjadi pada Jumat (7/8) juga terjadi pada Sabtu pagi.

Selain suara tembakan juga terjadi suara ledakan keras beberapa kali. Suara ledakan keras pertama terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di bagian depan rumah, kemudian ledakan kedua terjadi sekitar pukul 06.45 WIB di sisi barat bagian selatan rumah Muhjuhri.

Setelah itu disusul tembakan dari tim Densus dari atas bukit. Ledakan keras kembali terjadi sekitar pukul 07.17 WIB. Meskipun terjadi ledakan keras dan tembakan dari Densus, tetapi tidak ada tanda-tanda tembakan balasan dari dalam rumah.

Masyarakat terlihat menyaksikan adegan tersebut di halaman samping Masjid Darussalam dan sepanjang jalan menuju rumah Muhjuhdi dari jarak sekitar 200 meter arah timur.

Aktivitas belajar mengajar SD Negeri Kedu III yang tidak jauh dari lokasi tersebut diliburkan karena masuk dalam ring I pengepungan Densus 88. (tv1/ant/arrahmah.com)

SYAHID

Syahid

  • Noordin M Top, Selamat Jalan Wahai Mujahid… Sab 19 Sep 2009, 04:18 AM

    Noordin M Top tewas dalam penggrebekan yang dilakukan aparat densus dan kepolisian di desa Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis, 17 September 2009. Sebagian besar orang mengutuk dan bergembira dengan tewasnya Noordin. Sedikit yang simpati dan haru dengan kepergiannya. Jikalau pilihan Noordin M Top dalam berjihad memerangi musuh-musuh Islam, utamanya Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya benar, maka betapa beruntungnya dia. Karena dia akan dianggap sebagai mujahid dan mati sebagai syuhada. Insya Allah!

  • Pernyataan Komandan Pasukan Bersenjata Provinsi Ghalghaycho Emirat Kaukasus Jum 27 Feb 2009, 02:46 AM

    (Arrahmah.com) - Mujahidin sektor Ingush mengeluarkan pernyataan berkaitan pertempuran di Nazran 12 Februari. Menurut sumber resmi Rusia, tiga mujahid telah syahid dan empat orang polisi OMON Rusia meninggal. Sedangkan pemberitaan lainnya menyebutkan bahwa polisi yang meninggal berjumlah 15 orang.

  • Mujahid Palestina Syahid (Insya Allah) di Jenin Sel 16 Des 2008, 04:48 AM

    JENIN (Arrahmah.com) – Tentara Israel telah membunuh seorang mujahid Palestina di wilayah West Bank. Para saksi mata mengatakan tentara tersebut menyamar lalu menembak Jihad Nwada, anggota kelompok Jihad Islam, Palestina.

  • Pemimpin Fatah al-Islam Dikabarkan Syahid Rab 10 Des 2008, 07:18 PM

    SYRIA (Arrahmah.com) - Pemimpin kelompok Fatah al-Islam yang memerangi tentara Libanon pada tahun lalu, dikabarkan telah syahid (Insya Allah) atau ditangkap di Syria. Hingga saat ini belum ada kabar yang pasti mengenai keberadaannya.

  • Dua Mujahid Turki, Syahid di Afghanistan Rab 03 Des 2008, 09:14 PM

    AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Masya Allah... dua saudara kita yang berhijrah dari Turki menuju tanah yang dipenuhi izzah dan karamah, al-Khurasan. Mimpi mereka dipenuhi oleh Allah, mereka terbunuh dalam pertempuran, mereka telah syahid....Insya Allah.

  • Rashid Rauf Belum Syahid Sel 25 Nop 2008, 02:23 AM

    WAZIRISTAN(Arrahmah.com) - Pekan lalu, santer dikabarkan bahwa mujahid Inggris, Rashid Rauf telah syahid dalam sebuah serangan udara AS di Waziristan Utara. Berita tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena tidak ditemukan jenazahnya di lokasi kejadian.

  • Masyarakat Awam Meminta Berkah, Keluarga Tutup Makam Mukhlas dan Amrozi Ahd 23 Nop 2008, 10:40 PM

    TENGGULUN (Arrahmah.com) - Seperti yang terlihat dalam gambar, pihak keluarga Ust. Mukhlas dan Amrozi Rahimahullah, membuat pagar di sekeliling makam kedua syuhada tersebut. Hal ini bukan untuk menyucikan dan menyanjung-nyanjung mereka berdua, tetapi untuk menjaganya dari tindakan melanggar syar'i.

  • Seorang Mujahid Inggris Dikabarkan Syahid Ahd 23 Nop 2008, 08:33 PM

    Rashid Rauf Rahimahullah, semoga Allah menerimanya sebagi syuhada. Sejak berbagai media kafir memberitakan tentang kematiannya, kami hingga saat ini belum mendapat konfirmasi apapun, apakah dia masih hidup atau telah syahid.

  • Ustazah Paridah; Mereka Telah Syahid, doakan kami.. Sab 08 Nop 2008, 07:42 AM

    Jakarta (arrahmah.com) - Arrahmah.Com mendapat kabar langsung dari istri Al Ghufran melalu sms, yang ia menyatakan akan kesyahidan suaminya dan adik suaminya, Ali Ghufran dan Amrozi serta Imam Smudra, Ustazah Paridah juga menyatakan, mereka bertiga sedang dimandikan oleh adik mereka, Aly Fauzi